Membentuk Kemandirian Anak, Bisa dengan 2 Cara Ini

FAKTOR pentingnya dalam tumbuh kembang pada anak salah satunya adalah kemandirian. Kemandirian merupakan kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan diri sendiri dalam berfikir dan bertindak, dan tidak akan tergantung dengan orang lain secara emosional, dalam artian anak yang mandiri tidak akan tergantung pada bantuan orang lain.

Kemandirian ialah suatu kemampuan yang dimiliki anak untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri.Dengan memiliki kemampuan yang tinggi, anak akan lebih leluasa bergerak kesana kemari untuk mempelajari dan berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya.

Menurut Hasan Basri dalam bukunya yang berjudul Remaja Berkualitas Problematika Remaja dan Solusinya, Faktor-Faktor yang dapat mempengaruhi pembentukkan kemandirian anak ialah:

1. Faktor Internal

Faktor Internal yaitu segala sesuatu yang bersumber dalam diri anak itu sendiri. Faktor internal terdiri dari : faktor peran jenis kelamin, secara fisik anak laki-laki dan wanita akan berbeda dalam kemandiriannya. Faktor kecerdasan atau intelegensi, yaitu anak yang memiliki intelegensi yang tinggi akan lebih cepat menampung sesuatu hal. Kemudian faktor kemandirian, inilah dampak yang positif bagi perkembangan si anak. Oleh karena itu, orang tua harus mengajarkan kemandirian sedini mungkin sesuai dengan kemampuan perkembangan si anak.

2. Faktor Eksternal

Faktor Eksternal yaitu pengaruh yang datang dari luar. Terdiri dari faktor pola asuh, untuk bisa mandiri seseorang membutuhkan kesempatan, dukungan dari orang-orang sekitarnya. Kemudian faktor sosial budaya yaitu merupakan faktor yang mempengaruhi perkembangan si anak, terutama dalam kebiasaan-kebiasaan hidupnya.

Menurut Peny Tassoni dalam buku Diploma Child Care and Education, banyak sekali hal-hal yang dapat melatih kemandirian si anak. Seperti melalui kegiatan bermain seperti: mendorong anak membereskan mainannya sendiri, mendorong anak untuk memilij mainannya sendiri, mengizinkan anak berlatih mengenakan pakaian dengan menyediakan baju-baju yang menarik bagi anak untuk dipakaikan, mendorong anak untuk membersihkan meja bila kotor, dan memuji anak jika mereka sudah mencoba untuk menjadi mandiri.

Rasulullah SAW sangat memperhatikan bagaimana pertumbuhan potensi seorang anak. Beliau membangun sifat percaya diri dan mandiri pada anak, agar dapat bergaul ditengah masyarakat. Sehingga tidak menyebabkan seorang anak manja dan tidak percaya diri.

Sebagaimana hadis Rasulullah SAW dalam tafsir Al-Manar karya Sayid Muhammad Rasyid Ridha, “Bermain-mainlah dengan anakmu selama seminggu, didiklah ia selama seminggu, temanilah ia selama seminggu pula, kemudian suruhlah ia mandiri.” (HR. Bukhari)

Hadis tersebut, menjelaskan bahwa orang tua mempunyai andil yang begitu besar dalam kemandirian sang anak. Maka, orang tua haruslah menjalankan etiap tahapnya dalam mendidik anak dalam tumbuh kembangnya agar dapat mewujudkan sikap kemandirian dalam diri anak. []

SUMBER: BINCANGMUSLIMAH

[islampos]

No Comments
Leave a Reply